Depan sebuah angin ada rintik-rintik hujan, ah dunia begitu indah hari ini. tiada makna ketika dia mengucap aku sayang kamu. Semua berlalu tanpa makna.
Ah sudah 20 tahun berlalu, secepat itukah angin berhembus. kata-kata indah memang terlontar dan akan terus terlontar, tidak ada kesepian yang bisa merambah angin senja. Semua impian hanya ada di antara pohon-pohon akasia. Rupanya rasa nyaman adalah teman manusia sejak dia mengenal nafsu.
Semua detik detik keindahan dan cipratan rasa begitu masih melekat di otakku. seakan baru kemarin kamu tertawa, kulihat dari jauh dan mukamu merona kamu lari menjauhiku karena begitu malunya kamu pada seorang laki-laki yang baru saja bisa mengerti makna cinta.
di sebuah padang rumput yang hijau. di sebuah rawa tak bertuan, ketika sang kaki dengan penuh pongah menginjaknya. Sang kaki emang dibuat untuk pongah dan sombong, ah apalah artinya semua itu jika tanpa makna. Dimana kamu sekarang .. dimanakah sang ratu itu. dimanakah seseorang yang selalu hadir disetiap awal tidurku.
Ah hari haripun kita lalui, selalu berarti selalu senyum. tidak ada kata yang ada hanya pandangan mata malu malu tersipu. Kamu berlari menjauh akupun tidak bisa melepaskan nya. jika cinta itu diartikan nafsu mengapa kita begitu malu malu. jauh dari hati kita disapa oleh nafsu. Mengapa sebuah kepercayaan tak terhingga bisa kamu hapus dikarenakan aku tidak mengabari. Umur kita masih muda aku tidak berani untuk mencoba coba. aku begitu mengagungkanmu. tak teasa embunpun mulai berjatuhan aku telah terbang terbawa angin di sebuah desa kecil diketinggian yang setiap paginya embun menetes. dan dibawah nya terlihat awan-awan putih. Aku merasa sedang ada disebuah kahyangan dimana awan-awan sebagai penopangku dan para bidadari tengah menggodaku. dimana tadi sang embun yang telah menetes ? apakah sang embun telah berasatu dengan embun lainnya. apakah sang embun telah menjadi setitik air yang mengalih ke hilir. Begitu dingin dan sejuknya sang embun sampai terasa ke tulang. makna makna berlarian. butiran kata kata tidak akan menjadi kesejukan jika hatimu telah kau bawa ke padang yang kering.
setiap hari aku merindukan dia. Pulang sekolah kulihat di sebrang oh god dia datang, cepat cepat aku menjauh begitu bergetarnya hati sampai tanah tak berasa ketika ku injak.
"Hi," teriaknya
hi teman2nya pun menimpali
"ayo kita pulang ..." haaa lihat ivan sedang apa disana
"hi ayo kita pulang bareng"
Ah sialan, aku gak bisa jalan. tahukah kamu bahwa kakiku telah kaku ..tahukah bahwa dikakiku sekarang ada batu berton ton.
"Oh ia silahkan duluan" shit aku berbohong.
aku membohongi diriku. dia hanya meliriku dan aku melihatnya. darah mengalir cepat di seluruh urat2ku
dia tersenyum akupun tersenyum. Aku suka kamu sayangku. silahkan duluan
akhirnya ketika dia naik ke bus itu akupun terdiam.
pengecut kamu ivan. kamu seakan akan bukan seorang laki2, sejuta topan badai buatmu ivan
ah bagaimana lagi hi dewi amor. Kakiku telah membeku, aku tidak bisa bergerak.
dengan lunglai dan sebuah tas yang dijinjing mulai berjalan menyusuri kesepian walau disekeliling begitu riuh.
akhirnya melihat ke belakang, ada bus datang lagi. tangan langsung mengayun. bus berhenti dan akupun loncat..ah akhirnya kesepian selalu bersamaku walau riuh didalam bus.
Ah sudah 20 tahun berlalu, secepat itukah angin berhembus. kata-kata indah memang terlontar dan akan terus terlontar, tidak ada kesepian yang bisa merambah angin senja. Semua impian hanya ada di antara pohon-pohon akasia. Rupanya rasa nyaman adalah teman manusia sejak dia mengenal nafsu.
Semua detik detik keindahan dan cipratan rasa begitu masih melekat di otakku. seakan baru kemarin kamu tertawa, kulihat dari jauh dan mukamu merona kamu lari menjauhiku karena begitu malunya kamu pada seorang laki-laki yang baru saja bisa mengerti makna cinta.
di sebuah padang rumput yang hijau. di sebuah rawa tak bertuan, ketika sang kaki dengan penuh pongah menginjaknya. Sang kaki emang dibuat untuk pongah dan sombong, ah apalah artinya semua itu jika tanpa makna. Dimana kamu sekarang .. dimanakah sang ratu itu. dimanakah seseorang yang selalu hadir disetiap awal tidurku.
Ah hari haripun kita lalui, selalu berarti selalu senyum. tidak ada kata yang ada hanya pandangan mata malu malu tersipu. Kamu berlari menjauh akupun tidak bisa melepaskan nya. jika cinta itu diartikan nafsu mengapa kita begitu malu malu. jauh dari hati kita disapa oleh nafsu. Mengapa sebuah kepercayaan tak terhingga bisa kamu hapus dikarenakan aku tidak mengabari. Umur kita masih muda aku tidak berani untuk mencoba coba. aku begitu mengagungkanmu. tak teasa embunpun mulai berjatuhan aku telah terbang terbawa angin di sebuah desa kecil diketinggian yang setiap paginya embun menetes. dan dibawah nya terlihat awan-awan putih. Aku merasa sedang ada disebuah kahyangan dimana awan-awan sebagai penopangku dan para bidadari tengah menggodaku. dimana tadi sang embun yang telah menetes ? apakah sang embun telah berasatu dengan embun lainnya. apakah sang embun telah menjadi setitik air yang mengalih ke hilir. Begitu dingin dan sejuknya sang embun sampai terasa ke tulang. makna makna berlarian. butiran kata kata tidak akan menjadi kesejukan jika hatimu telah kau bawa ke padang yang kering.
setiap hari aku merindukan dia. Pulang sekolah kulihat di sebrang oh god dia datang, cepat cepat aku menjauh begitu bergetarnya hati sampai tanah tak berasa ketika ku injak.
"Hi," teriaknya
hi teman2nya pun menimpali
"ayo kita pulang ..." haaa lihat ivan sedang apa disana
"hi ayo kita pulang bareng"
Ah sialan, aku gak bisa jalan. tahukah kamu bahwa kakiku telah kaku ..tahukah bahwa dikakiku sekarang ada batu berton ton.
"Oh ia silahkan duluan" shit aku berbohong.
aku membohongi diriku. dia hanya meliriku dan aku melihatnya. darah mengalir cepat di seluruh urat2ku
dia tersenyum akupun tersenyum. Aku suka kamu sayangku. silahkan duluan
akhirnya ketika dia naik ke bus itu akupun terdiam.
pengecut kamu ivan. kamu seakan akan bukan seorang laki2, sejuta topan badai buatmu ivan
ah bagaimana lagi hi dewi amor. Kakiku telah membeku, aku tidak bisa bergerak.
dengan lunglai dan sebuah tas yang dijinjing mulai berjalan menyusuri kesepian walau disekeliling begitu riuh.
akhirnya melihat ke belakang, ada bus datang lagi. tangan langsung mengayun. bus berhenti dan akupun loncat..ah akhirnya kesepian selalu bersamaku walau riuh didalam bus.